Memang benar ku salah
Tak menghargai perasaanmu
Dan menghancurkan rasa cintamu
Saat kuingat dirimu
Harummu yang memeluk nafasku
Yang memberikan ku kehangatan
Terangnya seribu bintang
Tak dapat menyamai cahaya
Keindahanmu dari wujudmu
Dan aku tak mengijinkan
Cahayamu redup karena ku
Dan atas kesombonganku
Andai
Ku tak membuang dirimu
Menjadikan yang kedua
Atas cintaku
Janganlah
Keterpurukanku ini
Membuat kau membenciku
Selamanya dan membunuhku
Atas Segala Nama
Apa yang ada di balik tabir, dan apa yang ada di dalam benakku? Semuanya kian terasa membeku seperti bongkahan coklat yang meleleh. Sementara, banyak sekali suara yang menyumpal telingaku. Memaksakkan kehendaknya atas diriku untuk menuju ke tempat yang begitu menjijikkan, yang aku sebut sebagai mainstream.
Lalu, bagaimanakah aku harus memperlakukan semua itu? Kemungkinanku sangat kecil untuk tidak masuk ke dalamnya…………………………………..
Sedangkan tuhan sendiri bersama teman-temannya yang sudah renta pula menampar mukaku dengan begitu sengitnya, seakan-akan ingin meremukkan apa yang menempel di permukaannya. Dan kehidupan dengan berbagai dalihnya, mengepalkan tangannya ke telingaku seakan-akan hendak memecahkan apa yang ada di dalamnya.
Dan tuhan tertawa dengan kemenangannya.
Thursday, May 15, 2008
lirik Andai-GIGI
Posted by sadli at 1:53 PM
0 comments:
Post a Comment