
Semoga ada
Semoga saja
Rindu merindu
Rangkai merangkai
Tolong ulurkan
Aku ingin bangun
Ingin membangun negeri yang telah hancur
Aku dimana
Atas Segala Nama
Apa yang ada di balik tabir, dan apa yang ada di dalam benakku? Semuanya kian terasa membeku seperti bongkahan coklat yang meleleh. Sementara, banyak sekali suara yang menyumpal telingaku. Memaksakkan kehendaknya atas diriku untuk menuju ke tempat yang begitu menjijikkan, yang aku sebut sebagai mainstream.
Lalu, bagaimanakah aku harus memperlakukan semua itu? Kemungkinanku sangat kecil untuk tidak masuk ke dalamnya…………………………………..
Sedangkan tuhan sendiri bersama teman-temannya yang sudah renta pula menampar mukaku dengan begitu sengitnya, seakan-akan ingin meremukkan apa yang menempel di permukaannya. Dan kehidupan dengan berbagai dalihnya, mengepalkan tangannya ke telingaku seakan-akan hendak memecahkan apa yang ada di dalamnya.
Dan tuhan tertawa dengan kemenangannya.
Monday, May 19, 2008
Mimpi Seorang Pecundang
Posted by sadli at 4:21 PM
0 comments:
Post a Comment